Skip to main content

Posts

#MeToo: Cerita Therapist Saya

Saya ini orangnya suka banget pijat. Bahkan pijat yang levelnya mbok mbok gitu loh.
Saking cintanya dipijat, saya selalu mengalokasikan biaya pijat setiap bulannya. Dulu saya biasa ke spa atau tempat pijat, tapi sekarang enggak lagi sejak ada Go Massage. Sungguh, inovasi Go Massage ini adalah penemuan terhebat abad 21 setelah internet sih. Saya bisa pijat super enak tanpa perlu keluar rumah sedikit pun.
Seperti biasa, kemarin saya pesan Go Massage lagi. Tapi enggak seperti pijat-pijat sebelumnya, ada cerita menarik yang diceritakan therapist saya.
"Kemarin teman saya ada yang ditodong pistol Mbak." "Hah?! Maksudnya ditodong pistol? Memang kenapa??" "Iya, Mbak dia diancam oleh customer."
Kejadiannya di daerah perumahan di Depok 2 hari lalu. Siang itu Mbak X, yang merupakan teman dari therapist saya ini, mendapat order massage dari Mas Y. Tempatnya di sebuah ruko. Terlihat normal saja seperti ruangan tidur pada umumnya. Mbak X memijat seperti biasa selama 2 j…
Recent posts

Puasa Media Sosial

Saat nulis ini, saya lagi terjebak macet hampir 5 jam di jalanan antara Pekanbaru-Duri. Yesh, NO INTERNET CONNECTION AT ALL. So here I am writing my long postponed thought.
Di tengah kemacetan tanpa internet ini saya merasa sedikit sakau. On-Off Airplane mode, berharap ada secercah sinyal. Buka instagram, buka twitter, buka facebook, buka path, buka line, buka whatsapp; berharap ada feeds baru yang muncul. Ternyata enggak ada samsek. Baiklah.
Saya mulai merasa adiksi saya ke media sosial ini makin hari makin parah. Awalnya saya buka media sosial untuk membuat saya melepas stres. Cari meme lucu, lihat foto aesthetic, browsing berbagai hal tentang disney, dll. Tapi kok ya makin kesini, setelah buka media sosial rasanya saya makin stres. Banyak twitwar, hoax merajalela, hate-speech, nyinyir, and oh even seeing somebody happy posts envy me a lot.
Surprisingly, bukan cuma saya yang ngerasa jenuh dengan media sosial!  Teman saya, Emil (@emiliats), adalah yang pertama saya notice. Ia memutuskan …

Kapan (Siap) Nikah?

Sebuah Pertanyaan
Saat ini umur saya 23 tahun. Alhamdulillah, sudah lulus kuliah dan sudah punya penghasilan sendiri.
Pasti sudah bisa ditebak dong apa pertanyaan orang sekitar pada umumnya?

"Kapan nikah?"

Yakin banget, saya bukan satu-satunya orang yang sering dapat pertanyaan seperti ini.
Kamu yang baca tulisan ini pasti udah sering ditanya hal yang sama. Jawaban kamu apa?
'Mau S2 dulu'?
'Jodohnya belom ada.'
'Ngumpulin uang dulu.'
dll, dsb, dst.

Buat saya pribadi ini bukan pertanyaan yang mudah untuk dijawab. Growing up as a teenager in a broken home family, tanpa sadar membuat saya agak sulit untuk memulai hubungan romantis dengan seseorang. I have a lot of guy friends. Easy for me to make new friends. But when it comes to a romantic relationship, I could take months to finally say 'Ok, let's be a couple!'.
Ini baru pacaran. Kebayang engga, kalau saya mulai memasuki fase 'jenjang berikutnya'?

Kadang saya kepikiran. Misalkan uang…

Limitless Campus: A Limitless Empowerment

Ketika akan lulus, ada satu hal yang paling saya takuti: engga bisa belajar lagi!

Yaudah sih, Min. Ambil S2 aja. Gitu aja kok repot.
Bukan, bukan belajar yang akademis gitu. Belajar yang ke arah pengembangan diri. Kalau saya perhatikan nih, rasa-rasanya acara seminar/workshop itu privilege-nya para mahasiswa semua. Anak baru lulus kaya saya jarang diperhatikan. Rasanya seperti dituntut: "Ya harusnya kamu udah bisa dong!". Padahal sejujurnya, saya merasa masih banyaaak sekali hal yang harus saya pelajari, untuk menjalani hidup di dunia orang dewasa beneran.
Engga mau dibatasi status karyawan, saya secara rutin scrolling social media untuk cari workshop yang saya banget. Banyak yang bawa topik seru, tapi waktunya engga pas dengan jam karyawan. Sekalinya ada yang di weekend, topiknya kurang menarik buat saya. Sampai suatu hari saya menemukan kul-tweet dari idola saya, Rene Suhardono.



"Njir, bahasannya bener banget!"
Apa yang dikuliahkan Rene tentang pekerjaan baru yan…

Senandung Maaf (Ukulele Cover)

I love music.
I like to pretend that I live in a music video.
It gives me spirit to do anything.
I got pretty wide range of favorite music too, from renaissance to EDM.
The only genre I don't do is metal.
Oh have I told you I love singing?
So much, I at least do humming if I hear some music.
I can sing some notes pretty well.
But not that awesome, tho.
I am familiar with few musical instruments, too.
But just a newbie.
I play for fun only.

Lately, my brother and I obsessed to ukulele cover.
Never know it's not that hard and yes, it is that fun!
We made some song covers, and here's the first good enough one that I upload.
ENJOY!

https://www.youtube.com/watch?v=Q7F8xIQRUHc