Skip to main content

Posts

Kalau Kata Orang, Pernikahan Itu...

Hai! Long time no catching up in this blog yaa. Saya lihat post terakhir saya di Februari. Bercerita tentang insight yang saya dapat setelah mengikuti workshop persiapan menikah. LOL, so long time agooo.
Guess what, I am married now! To someone who always accompany me in wedding workshops. Even right now I am writing beside him, who’s busy working on his job.
“Apa rasanya berganti status jadi istri?” Haha aneh ya ternyata. Hampir 24 jam ketemu dengan Pak Suami mulu. Lidah ini masih kaku rasanya menyebut kata ‘Suami’ saat mengenalkan ke orang lain. Belum lagi harus mengubah panggilan ‘Tante’ ke ‘Mamah’! (LOL, now I have 3 moms, btw)

Tapi selain itu semua, kayanya engga ada yang berubah lagi.
Semua rasanya sama aja seperti masa pacaran dulu.
Dia tetap orang yang heboh saat lihat WWE.
Tetap orang yang receh dengan asupan 9gag setiap hari.
Tetap orang yang lebih apik daripada saya.
Tetap orang yang bete kalo saya lelet.
Tetap orang yang seru saat diajak ngobrol hal sepele.
Tetap orang…
Recent posts

Persiapan Menikah: Beres dengan Diri Sendiri

Dua minggu lalu saya ikutan lagi kelas persiapan nikah.
Ikutan kelas nikah mulu, Min. Jadi nikahnya bulan apa? Duh please, yang masih melempar pertanyaan ini, mendingan sampai sini aja deh baca tulisan saya. It is that annoying, lho.
---
I come from a broken home family. It is that hard for me to be in a committed relationship with someone. Ya apalagi kalo bicaranya pernikahan. Makanya saya banyak banget baca artikel dan diskusi dengan Mas Pacar tentang menikah. Bahkan pernah juga ikutan kelas Pesta Nikah Surplus. Semuanya udah pernah saya rangkum dalam tulisan ini.
Dan kemarin adalah kali kedua saya ikutan kelas persiapan nikah. Kelas ini cukup berbeda. Yang mengadakan ex-teman kantor teman baik saya. Namanya Kak Shanti. Pernah jadi teman curhat saya panjang lebar soal karier. Kak Shanti ini juga salah satu relawan komunitas KeluargaKita, yang dari namanya aja kita semua bisa mengasumsikan isinya kumpulan ibu-ibu curhat tentang cara mengasuh anak. Nah kelas persiapan nikah yang akan …

Toraja: Perjalanan Menghargai Keragaman dan Kehidupan

Postingan kali ini beda dengan postingan saya sebelum-sebelumnya.
Kali ini lebih banyak gambarnya dan... kontennya ada di platform lain! LOL.

Oktober 2017 lalu (iya udah lama banget) saya berkesempatan main ke Toraja.
Ini perjalanan paling berkesan di 2017 buat saya.
Selain karena sudah lama banget ingin kesana, trip ke Toraja ini datang di saat saya sedang lelah-lelahnya sama hidup.
Eh malah di sini saya diajarkan untuk lebih menghargai keberagaman dan kehidupan.

Penasaran, engga? Semoga penasaran ya.
Yuk mari langsung cek:

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10214958772428026.1073741847.1390152214&type=1&l=6c4e8cd1d6


3++ Role Model dalam Hidup Saya

Bulan lalu saya diberi kesempatan untuk sharing ke sejumlah audiens usia SMA dan kuliah tentang perencanaan karier. Hehe kayaknya sebentar lagi saya diamuk massa karena topik tulisan blog saya karierrrrr mulu. Mohon maap ya, soalnya sejak jaman kuliah sampai setahun bekerja ini, tiap hari saya ngurusinnya karier~
Anyway, postingan kali ini bukan tentang materi yang saya bawakan di workshop bulan lalu kok. Saya mau share hal lain.
Kalau dihitung sejak ambil mata kuliah pendidikan karier, berarti sudah hampir 3 tahun saya berkutat di dunia merancang masa depan ini. Dari berbagai seminar, kuliah, workshop, sampai diskusi yang saya lakukan baik di kampus, kantor, ataupun beragam kesempatan; saya baru menyadari suatu benang merah yang ternyata penting banget ketika kita sedang merancang apapun dalam hidup kita: MEMILIKI TUJUAN.
Aha moment ini baru saya dapatkan ketika membuat materi di workshop tersebut.  Lah kemana aja ya gue? Sekarang inget-inget deh, misalnya kita lagi bikin acara, bikin…

Memulai 2018

Errr, a year passed already?
Seperti biasa, setiap awal dan akhir tahun saya selalu melakukan refleksi akhir tahun dan menulis resolusi di tahun yang baru. Kalau kata orang-orang, “Ah percuma, paling bulan depan udah lupa dengan resolusi awal tahunnya lagi!” Oh well, menulis resolusi adalah satu-satunya cara saya keeping track dengan hidup saya. Jika tercapai, bisa membuat saya semangat karena telah mengalahkan diri sendiri. Jika belum tercapai, bisa menjadi bahan evaluasi saya untuk tahun berikutnya. Nah kalau sebelumnya tiap poin refleksi & resolusi saya scattered banget, di 2017 kemarin saya diajarkan untuk membagi hidup jadi 4 aspek. Jadi sekarang saya mau mencoba berefleksi dan membuat resolusi di keempat aspek tersebut.
HIGHLIGHTS OF MY 2017
HEALTH
Yeay, akhirnya saya berhasil jaga porsi makan!
Di 2016 tuh rasanya badan saya lebar banget. Nah di 2017 ini senang sekali dibilang kurusan oleh banyak orang. Saya engga ada program diet atau semacamnya, hanya mengurangi porsi nasi da…