Monday, December 27, 2010

Karma = Keadilan?

boleh ga sih saya bilang bahwa karma itu ada?

saya pernah ditegur oleh seseorang, "agama yang kita anut tidak mengajarkan akan adanya karma. jadi tidak boleh percaya bahwa karma itu ada!"

oke, karena argumen dia sudah bawa-bawa agama dan saat itu saya tidak punya bahan argumen, jadi saya telan saja kata-kata dia.
tapi tadi siang ketidak percayaan saya akan karma terusik kembali.

saya membaca sebuah kisah tentang Nabi Musa yang ingin melihat keadilan dari Tuhan yang Maha Adil.
suatu hari Tuhan memerintahkan Musa untuk bersembunyi di dalam semak-semak bila ingin melihat apa itu keadilan.
tak lama datanglah seorang pedagang yang ingin buang hajat. karena tergesa-gesa, setelah buang hajat ia meninggalkan sekantung uang miliknya.
setelah pedagang itu pergi, muncullah seorang anak kecil mengambil sekantung uang itu dan membawanya pergi.
tak lama kemudian, seorang kakek buta datang untuk beristirahat. tiba-tiba si pedagang datang. ia menuduh kakek buta itu mengambil uangnya. si kakek yang bersikeras tidak mengambil apapun kemudian dibunuh oleh si pedagang.

Tuhan lalu menjelaskan kepada Musa:
si pedagang adalah orang yang tidak pernah membayar upah untuk buruh-buruhnya, maka Tuhan membuat ia kehilangan uangnya.
si anak kecil, yang ayahnya merupakan buruh dari si pedagang, diberi rizki oleh Tuhan berupa sekantung emas.
sedangkan si kakek buta yang telah membunuh nyawa ayah si anak kecil, menjemput ajal dalam hunusan pedang si pedagang.

setelah membaca cerita ini, lantas saya berpikir, hey bukankah yang begini yang disebut karma? kalo agama saya tidak percaya karma, lalu karma itu apa? apa bedanya dengan keadilan? ada yang bisa bantu saya menjawab?

No comments:

Post a Comment