Tuesday, February 15, 2011

Valentine VS Maulid

februari ini cukup unik.
Valentine di tanggal 14 dan Maulid Nabi di tanggal 15.
2 hari yang sangat bertolak belakang bagi mayoritas orang di Indonesia.

hal yang sangat mengganggu saya di februari ini adalah, perlukah sekeras itu dalam menolak hari yang tidak anda suka?
jujur, saya risih dengan kicauan orang-orang tentang "kekafiran muslim yang merayakan valentine". apalagi orang yang berkoar-koar sampai menghancurkan rumah ibadah non-muslim.
berlebihan ga sih?

melihat tweet teman saya yang non-muslim, dia bilang bahwa valentine itu tradisi. sama halnya seperti thanksgiving. di ajaran mereka juga tidak disebutkan bahwa harus merayakan valentine tiap 14 februari.

mengapa sih orang ga menganggap valentine sebagai Hari Kasih Sayang aja? menurut saya, kalo seks bebas meningkat pada hari valentine, itu sih kembali ke pribadi masing-masing. tanpa valentine pun, orang pasti akan cari hari khusus untuk have sex.

kembali lagi ke masalah tradisi, Oma saya juga pernah bilang kalo Nabi tidak menganjurkan umatnya untuk merayakan hari kelahiran Nabi (Maulid Nabi). saya percaya Oma saya benar, karena saya tahu Nabi orang yang bersahaja, sederhana dan pasti tidak suka hura-hura.
lantas mengapa di kalender kita ada Maulid Nabi? kembali lagi, ini tradisi muslim di Indonesia.

intinya, kedua hari ini sama-sama tradisi. kalo mau berkicau maupun berkoar, jangan bawa-bawa agama lain. apalagi sampai menghancurkan rumah ibadah.

intinya lagi, jangan hidup di Indonesia deh kalo ga punya rasa toleransi antar umat beragama.


n.b.
1. skor Doich saya 33 T___T
2. tugas sosiologi saya tentang Suku Fataluku akhirnya selesai!
3. saya nemu pelatih padus baru!
4. seperti biasa, GRAMMY IS UBER COOL!!!!!
5. wah n.b.-nya kebanyakan -_-

1 comment:

  1. banyak hal yang harus kamu pelajari mengenai maulid nabi dan valentine's day. banyak-banyaklah membaca mengenai keduanya, pasti kamu gak bakal bilang seperti yang diatas. ilmu itu yang utama sebelum mengomentari sesuatu, supaya kita gak asal-asalan ngomong. thanks

    ReplyDelete