Sunday, March 20, 2011

Inspirational Movie Marathon

Saat menulis ini, saya sudah menyelesaikan program Inspirational Movie Marathon saya. Ini adalah program buatan saya sendiri di mana saya harus menonton beberapa film yang katanya bagus. Berhubung saya sangat tertarik dengan dunia pendidikan, jadi ya film-nya ga jauh-jauh dari berbagai hal tentang belajar mengajar.
In no particular order, here’s my review :

1. King’s Speech


Kisah tentang seorang raja gagap dari Inggris yang harus berpidato untuk World War 2.
Love. It. So. Much. acting yang dibawakan para pemainnya sangat total. Yang paling saya suka adalah sinematografinya. Sangat indah. Ceritanya juga mudah dimengerti. Based on true story lho. Ga heran menyabet 3 Oscar.
Efek setelah nonton : ngomong jadi gagap. Seriously.


2. Freedom Writers


Kisah tentang guru yang harus menyatukan murid-muridnya yang sering terlibat perang antar ras.
Another great story about integration. Karakter Mrs. G sangat menginspirasi saya. Pengabdian total pada perdamaian. Film yang sangat menyentuh. Jujur, saya nangis lebih dari 3 kali. Dan yang mengejutkan, Freedom Writers berdasarkan kisah nyata!
Efek setelah nonton : perang antar ras itu bodoh. Semua manusia adalah sama. Ga ada yang lebih berhak hidup ataupun mati. Make love not war.


3. 3 Idiots


Film dari India yang mengisahkan tentang 3 mahasiswa yang berjuang dalam kehidupan kampusnya yang keras.
Well, biasa aja. Tipikal film India. Mungkin akan lebih bagus tanpa nari, nyanyi, kisah cinta menye dan jokes jayusnya. (Eh kalo gitu mah ga ada film apa pun dong? :p)
Efek setelah nonton : ngantuk karena 3 jam ngeliat film dengan alur bertele-tele. But aal izz well lah.


4. Dead Poet Society


Berkisah tentang sekumpulan remaja laki-laki yang hidup melalui puisi.
Entah DVD saya yang jelek atau emang gambarnya burem? Skenarionya juga biasa aja. Dan Robbie William-nya serasa pajangan doang. Sayang sekali padahal latarnya sangat indah.
Efek setelah nonton : ga ada. Mungkin ini film buat orang tua. Intinya jangan egois dan memaksakan kehendak.


5. Monalisa Smile


Film tentang seorang guru yang ingin merombak tradisi lama.
Dengan latar tahun 50an yang cukup terasa, film ini lumayan menarik. Ceritanya juga seakan menyindir kita. Mungkin Mrs. Watson bisa disebut sebagai Kartini di film ini. Bagian yang paling saya suka justru credit-nya. Di situ ditampilkan foto-foto kompetisi semacam Miss Universe di tahun 50an. Lucunya, yang dikompetisikan di situ adalah kemampuan memasak, merapikan tempat tidur, menyetrika, dll. Ouch!
Efek setelah nonton : jangan mau diperbudak pria!


Sedikit tambahan, walaupun ga berhubungan dengan pendidikan, tekanan pergaulan mengharuskan saya menonton film ini. Jadi sekalian aja deh di-review


6. Time Traveler’s Wife


Berkisah tentang penjelajah waktu yang mengalami kebimbangan.
Film romantis biasa. Tidak se-inspirasional film-film di atas. Jujur, alurnya agak membingungkan. Wajar aja lah, secara dia sebagai penjelajah waktu juga sering kebingungan. Tapi memang ada beberapa part yang sangat menyentuh.
Btw, saya sengaja pilih gambar yg poster ini karena ada bahasa jermannya! kyaaaa!!! -_-
Efek setelah nonton : jangan jadi penjelajah waktu!


n.b. semua review di sini murni pendapat dari seorang saya. no offense yaaa! ;)

No comments:

Post a Comment