Skip to main content

Limitless Campus: A Limitless Empowerment



Ketika akan lulus, ada satu hal yang paling saya takuti: engga bisa belajar lagi!

Yaudah sih, Min. Ambil S2 aja. Gitu aja kok repot.

Bukan, bukan belajar yang akademis gitu. Belajar yang ke arah pengembangan diri.
Kalau saya perhatikan nih, rasa-rasanya acara seminar/workshop itu privilege-nya para mahasiswa semua. Anak baru lulus kaya saya jarang diperhatikan. Rasanya seperti dituntut: "Ya harusnya kamu udah bisa dong!". Padahal sejujurnya, saya merasa masih banyaaak sekali hal yang harus saya pelajari, untuk menjalani hidup di dunia orang dewasa beneran.

Engga mau dibatasi status karyawan, saya secara rutin scrolling social media untuk cari workshop yang saya banget. Banyak yang bawa topik seru, tapi waktunya engga pas dengan jam karyawan. Sekalinya ada yang di weekend, topiknya kurang menarik buat saya. Sampai suatu hari saya menemukan kul-tweet dari idola saya, Rene Suhardono.

Foto bareng idola!


"Njir, bahasannya bener banget!"

Apa yang dikuliahkan Rene tentang pekerjaan baru yang akan muncul, under employment, konsep knowing self - aiming the goals; ini isu-isu yang selalu saya angkat sejak pembuatan skripsi sampai membawakan materi workshop di kantor. Lalu orang macam apa ini yang berani-beraninya menjanjikan kita bisa merancang hidup dalam 3 bulan?! Gratis pula!
Jangan-jangan isinya kelas motivasi kaya yang di tv atau kelas ditakut-takuti bendera kuning??

Tapi saya tetap apply.

Limitless Energy
Singkat cerita, dari ratusan pendaftar. Saya masuk shortlist 60 orang yang akan diwawancara lebih lanjut di Day 0. Sumpah, never in my life, I entered a room a suddenly feel so much energized. I'm 80% extrovert and I can tell you, all the human inside the hall radiates the superb positive vibes! The seating arrangements so comfy, the sessions are insightful, and there are a lot of interesting peeps around me. Sampai rasa-rasanya engga pede akan kepilih jadi students.
But hey, I got selected as one of the student! Senang banget walaupun sejujurnya kurang tahu selama 3 bulan ke depan akan ada apa saja...

The crews told me that for the next 10 meetings wouldn't be easy. Hasilnya Limitless Campus akan sangat tergantung dari bagaimana diri kita sendiri menyikapinya. Dan yaa, they don't guarantee anything would go smooth as it is the first batch ever held, kami kelinci percobaannya lah. Saya sendiri juga belum benar-benar ngeh maksud dan tujuan dari Limitless Campus sampai di pertemuan keempatnya. Yang saya tahu, dengan ikut ini, saya jadi punya 'hal yang ditunggu-tunggu setiap weekend' (selain pacaran, tentunya :p).

Limitless Inspiration
Guess what, I had the most insightful 5 months ever. You know what, I got exposed to so many inspiring people, sharing stories and actually given a chance to chat with them! Bisa dipastikan yang mengisi kelas-kelas ini adalah para influencer. Orang-orang dari berbagai bidang profesi. Orang-orang keren yang bekerja dengan hati. Surely the ecosystem I need the most!

Saya senang banget dengar cerita tentang perjalanan hidup seseorang. Bagaimana ia ada di posisinya sekarang pasti melalui proses yang panjang dan berliku. Hidup engga selamanya smooth, pasti ada masa-masa jungkir balik, berada di puncak, continuous reflections, dll. Satu hal yang sama dari semua speaker ini adalah bagaimana mereka sangat mengenal dirinya sendiri. Tahu apa yang menjadi kelebihan mereka, tahu apa yang mereka suka, tahu apa yang menjadi concern mereka. What a role model, ya!

Limitless Empowerment
Limitless Campus mempunyai kurikulum 'Kenal Diri - Amati Sekitar - Ambil Peran'. Dan ini direfleksikan dalam kelas-kelas dan challenges yang diberikan ke kami setiap pertemuannya. Engga, jangan dibayangkan kelasnya seperti kuliah. Banyak banget aktivitas yang kita lakukan, mulai dari games kecil-kecilan, membayangkan diri sudah mati, sampai yoga. Yang paling seru tentunya ketika kita diberi tugas membuat group project! Hanya dalam waktu kurang dari sebulan, setiap grup diharuskan membuat proyek barengan dengan tema yang sudah ditentukan. Grup saya, Agni (yang artinya Api #HotAF), diberi tema seru yaitu CINTA. Bagaimana caranya membuat orang mencinta dan merasa dicinta. Cihuy. Hasil group project kami adalah akun instagram di mana semua orang bisa cerita. Ketika cerita kamu didengar, kamu merasa dicinta. Ketika kamu membaca cerita, kamu bisa mencinta. Yaa kurang lebih begitulah. Mari cek @marimerasa.

LOVE IS IN THE AIR~
pic after the presentation


Honestly speaking, each session is insightful. So insightful, I must say. But I find it difficult to find the big picture of what is the goal of being in Limitless Campus. Took me about several workshops until I found that

Limitless Campus is about empowering people.

Selama 3 bulan yang singkat, ternyata kami diajak mengenali diri, untuk tahu apa yang jadi 'pain' - hal yang membuat kita gerah/geram/gemas - dan mulai bertindak melakukan sesuatu untuk mengubah hal tersebut. Menarik ya. Ternyata punya 'concern' aja engga cukup, harus ada yang dilakukan. Bahasa keren-nya, talk less do more.
I could write thousands words about how cool the Limitless Campus students' projects are, but I think you should take a peep by yourself here.

Beyond that, I learned that education is about empowerment.
Sebuah pendidikan dikatakan berhasil apabila kamu merasa mampu dan berdaya melakukan sesuatu setelah mendapatkan ilmu tersebut. Melakukan sesuatu secara konkrit dan nyata - menghasilkan suatu karya.
Engga, saya engga bicara pendidikan yang duduk dalam kelas doang kok. Pendidikan bisa dari mana saja. Nonton Youtube berfaedah pun termasuk pendidikan. Bicara suatu karya pun, bukan cuma yang dipajang. Karya bisa sesederhana membuat akun instagram yang menyuarakan isi hati kita. Yang penting ada aksi konkrit yang dilakukan.

Saya sendiri masih belajar. Masih terus belajar untuk menemukan diri saya, mengamati sekitar, dan secara konsisten melakukan sesuatu untuk mengubah hal yang membuat saya gerah.




Limitless Appreciation
Teruntuk orang-orang yang membuat perjalanan saya di Limitless Campus sangat berkesan.

Agni - ceritanya jadi pilot
(Ki-Ka) Nazier, Ratu, Tesa, Me, Kimbar, Lala, dan Lutfhan
(Almost) Full team Agni coaches & coachees
My coach, mas Ario (@sheggario!
Mas Ario ini orang pertama di Limitless Campus yang mengajarkan kita untuk berdaya. Bahkan sejak dari Day 0.
Caranya? Simple banget, kita semua disuruh nge-vlog! Menceritakan pengalaman selama seharian itu.

Bunch of cool peeps with passion, action, and consistency. The kind of circle that you want to have in your life.
Thank You Limitless Campus!

I really recommend you guys to join a community like Limitless Campus.
Good news, they're opening new batch this July 2017. I've heard the new concept and I can assure you it will be much much more awesome than my batch (Yaiyalah! Batch 1 kan kelinci percobaan :p). Dan mungkin kalau engga sanggup commit dengan hadir selama 3 bulan penuh, kamu bisa ikutan Public Class-nya setiap bulan.
Keep update by following their IG @LimitlessCampus yaa!

Comments

  1. Tulisan yg jujur dan inviting !!!
    Keren

    ReplyDelete
  2. aku setuju banget kalau di LimitlessCampus ini banyak aktivitas yang bikin softskill kita terasah.


    mengingat era sekarnag ini semakin independen.. kalau gak punya skills, ketindas betul :')


    kalau aku ikut... jadi adik tingkatnya dong wkwk... :')

    ReplyDelete

Post a Comment

Passerby's Favorites