Sunday, October 31, 2010

asal usul penunggu merapi


pertama, saya turut berbela sungkawa atas bencana alam yang terus melanda Indonesia. people, let's #PrayForIndonesia.

kejadian meletusnya Gunung Merapi baru-baru ini mengingatkan pada legenda tentang penunggu Merapi yang diceritakan oleh Guide Tour waktu saya lebaran di Jogja beberapa bulan lalu.


semua dimulai dengan kisah cinta antara Sultan Hamengkubuwono I dengan penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul. mereka saling mencintai satu sama lain dan tidak ingin terpisahkan.

maka dari itu, Nyi Roro Kidul (yang tentu saja adalah makhluk halus) meminta Sang Sultan untuk menemaninya selamanya. ia memberi Sultan telur ayam yang besarnya seperti telur burung unta (labil banget ga sih? jadi sebenernya itu telur ayam atau burung unta?).bila sang Sultan memakan telur itu, dirinya akan berubah menjadi jin yang dapat hidup abadi. sehingga cita-cita mereka untuk hidup berdua selamanya dapat terwujud.

sayangnya, Sang Sultan tidak mau menjadi jin. ia lebih memilih hidup sebagai manusia walaupun tidak abadi. sebagai gantinya, ia berjanji keturunan-keturunannya saat diangkat jadi raja otomatis akan langsung menjadi pendamping Sang Penguasa Laut Selatan. inilah mengapa setiap ada arak-arakkan kesultanan, singgasana di sebelah Sultan pasti kosong dan permaisuri Sultan sendiri diarak di belakang Sultan. singgasana kosong ini diperuntukkan untuk Nyi Roro Kidul.

kembali ke cerita, keputusan tersebut disepakati mereka berdua. telur ajaib itu tetap diberikan ke Sang Sultan dengan harapan suatu saat nanti Sultan berubah pikiran. telur tersebut disimpan Sultan di halaman istananya.

suatu hari, tanpa sengaja, tukang kebun Sultan Hamengkubuwono I memakan telur tersebut! ia berubah menjadi sesosok makhluk tinggi besar bertampang seram. karena mengganggu lingkungan sekitar, dipindahkanlah ia ke Gunung Merapi. dan sejak saat itu si tukang kebun menjadi penunggu gunung merapi.


diceritakan kembali oleh Guide Tour saya di Jogja.
dituliskan oleh Mine.
saya mohon maaf bila ada kesalahan pada detil cerita.

postingan ini saya dedikasikan untuk alm. Mbah Maridjan.

No comments:

Post a Comment